Pendirian Universitas Al-Azhar di Kairo: Mercusuar Ilmu Islam & Benteng Moderasi Dunia
Pembangunan masjid raya dan pusat keilmuan Al-Azhar bersamaan dengan berdirinya kota Kairo oleh Panglima Jauhar As-Siqilli, berkembang menjadi universitas Islam paling berpengaruh di dunia.
Latar Belakang & Konteks Sejarah
Panglima Fatimiyah Jauhar As-Siqilli membebaskan Mesir pada 969 M dan merancang kota ibu kota megah baru bernama Al-Qahirah (Kairo, Sang Penakluk).
Kronologi & Jalannya Peristiwa
Peletakan batu pertama Masjid Al-Azhar dilakukan pada 24 Jumadil Ula 359 H dan shalat perdana digelar pada 7 Ramadan 361 H (972 M). Nama 'Al-Azhar' dinisbatkan sebagai penghormatan kepada putri Rasulullah, Sayyidah Fathimah Az-Zahra. Pada era wazir Ya'qub bin Killis, Al-Azhar secara resmi membuka halaqah perkuliahan terstruktur dengan gaji tetap bagi 37 guru besar. Di era Shalahuddin Al-Ayyubi dan Kesultanan Mamluk, Al-Azhar bertransformasi menjadi benteng utama mazhab Ahlussunnah wal Jama'ah.
Pengaruh terhadap Peradaban Dunia
Menjadi rujukan tertinggi keilmuan Islam moderat (wasathiyah) di dunia, mendidik ratusan ribu mahasiswa dari lebih dari 100 negara.
"Institusi pendidikan yang berakar pada nilai-nilai moderasi dan pengabdian umat akan bertahan kokoh melewati pasang surut rezim politik."