Tahun Persatuan ('Am al-Jama'ah): Rekonsiliasi Agung & Kerelaan Hasan bin Ali Melepas Kekuasaan
Tindakan mulia cucu Rasulullah, Hasan bin Ali, yang rela melepaskan tahta khilafah kepada Muawiyah demi menghentikan pertumpahan darah antarumat Islam, menggenapi sabda kakeknya ﷺ puluhan tahun sebelumnya.
Latar Belakang & Konteks Sejarah
Setelah wafatnya Khalifah Ali bin Abi Thalib akibat tikaman teroris Khawarij Abdurrahman bin Muljam di Kufah, kaum muslimin membai'at putra tertuanya, Hasan bin Ali.
Kronologi & Jalannya Peristiwa
Hasan memimpin pasukan besar bergerak menuju Madain. Menyadari bahwa pertempuran baru hanya akan menumpahkan darah puluhan ribu muslim dan memperlemah perbatasan dari ancaman luar, Hasan mengajukan syarat-syarat perdamaian kepada Muawiyah: menghentikan pertumpahan darah, menjamin keselamatan seluruh pengikut Ali, dan mengembalikan penentuan pemimpin berikutnya kepada musyawarah umat. Muawiyah menyetujui seluruh klausul. Hasan menyerahkan kekuasaan di Kufah pada tahun 41 H yang dinamai 'Am al-Jama'ah (Tahun Persatuan).
Pengaruh terhadap Peradaban Dunia
Mengakhiri era Khulafaur Rasyidin (30 tahun tepat sesuai nubuat Nabi) dan memulai era Daulah Umayyah dengan stabilitas baru.
"Kebesaran jiwa tertinggi adalah kerelaan melepaskan jabatan puncak duniawi demi keselamatan jiwa dan persatuan umat."