Pertempuran Shiffin & Peristiwa Tahkim: Mushaf di Ujung Tombak & Arbitrase Politik
Konfrontasi antara pasukan Ali di Irak dan pasukan Muawiyah di Syam; pasukan Syam mengangkat lembaran Al-Qur'an di ujung tombak menyerukan arbitrase (Tahkim), yang kemudian melahirkan kelompok Khawarij.
Latar Belakang & Konteks Sejarah
Gubernur Syam Muawiyah menuntut penyerahan pembunuh Utsman sebelum membai'at Khalifah Ali.
Kronologi & Jalannya Peristiwa
Kedua kubu bertempur di Shiffin. Ketika pasukan Ali hampir memenangkan laga di bawah komando Malik Al-Asytar, Amr bin Ash menyarankan pasukan Syam mengikat mushaf Al-Qur'an di ujung tombak sambil berseru: 'Kitabullah menjadi pemutus di antara kita!' Sebagian pasukan Ali mendesak menerima tawaran tersebut. Disepakati pengiriman dua utusan arbitrase: Abu Musa Al-Asy'ari dan Amr bin Ash. Namun proses diplomasi berujung ketidaksepakatan, dan kelompok pembangkang yang menolak arbitrase keluar memisahkan diri menjadi firqah Khawarij dengan semboyan: 'La hukma illa lillah' (Tiada hukum selain milik Allah).
Pengaruh terhadap Peradaban Dunia
Melahirkan fragmentasi teologis dan politik pertama dalam sejarah Islam: Syiah, Sunni, dan Khawarij.
"Memperalat simbol agama untuk kepentingan taktis dapat memicu perpecahan yang dampaknya terasa hingga berabad-abad."