Pembakaran Mimbar Al-Aqsa & Pendirian OKI: Kebangkitan Diplomasi Kolektif 57 Negara Muslim
Aksi teror pembakaran mimbar bersejarah Shalahuddin Al-Ayyubi di Masjid Al-Aqsa memicu kemarahan global, mendorong Raja Faisal dan para pemimpin muslim mendirikan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) beranggotakan 57 negara di Rabat.
Latar Belakang & Konteks Sejarah
Setelah perang enam hari 1967 M, Baitul Maqdis (Yerusalem Timur) jatuh ke tangan pendudukan militer Israel. Tempat suci ketiga umat Islam berada di bawah ancaman nyata.
Kronologi & Jalannya Peristiwa
Pada 21 Agustus 1969, seorang fanatik zionis Kristen Australia membakar Masjid Al-Aqsa, menghanguskan mimbar kayu jati berukir legendaris mahakarya Nuruddin Zanki dan Shalahuddin Al-Ayyubi yang berusia 800 tahun. Peristiwa ini memicu kemarahan ratusan juta umat Islam dari Maroko hingga Indonesia. Raja Faisal dari Arab Saudi dan Raja Hassan II dari Maroko memprakarsai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) para pemimpin negara-negara berpenduduk muslim di Rabat pada 25 September 1969. KTT ini secara resmi melahirkan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI / OIC).
Pengaruh terhadap Peradaban Dunia
OKI berkembang menjadi organisasi antarpemerintah terbesar kedua di dunia setelah PBB dengan 57 negara anggota yang mewakili lebih dari 1,9 miliar umat Islam.
"Ujian pahit terhadap simbol-simbol kesucian agama sering kali menjadi katalis pemersatu saf barisan yang sebelumnya terpisah-pisah."