Pembubaran Kekhalifahan Utsmaniyah 1924: Runtuhnya Payung Politik Terakhir Umat Islam Dunia
Keputusan Majelis Nasional Agung Turki pimpinan Mustafa Kemal Atatürk menghapuskan institusi kekhalifahan Islam berusia lebih dari 1.300 tahun sejak masa Abu Bakar Ash-Shiddiq, mengasingkan khalifah terakhir Abdul Mejid II ke Eropa.
Latar Belakang & Konteks Sejarah
Kekalahan Kesultanan Utsmaniyah dalam Perang Dunia I berujung pada pendudukan Sekutu atas Istanbul dan pembagian wilayah Timur Tengah melalui Perjanjian Sykes-Picot (1916). Mustafa Kemal memimpin perang kemerdekaan Turki.
Kronologi & Jalannya Peristiwa
Setelah mendirikan Republik Turki sekuler dan membubarkan kesultanan pada 1922, parlemen di Ankara pada 3 Maret 1924 mengesahkan undang-undang nomor 431 yang secara resmi menghapus lembaga Khilafah. Malam itu juga, Khalifah terakhir Abdul Mejid II beserta keluarganya diperintahkan berkemas dan diantar dengan mobil ke perbatasan Swiss. Peristiwa ini memicu guncangan dahsyat di seluruh dunia Islam dari Kairo hingga India (Gerakan Khilafat pimpinan Ali Bersaudara).
Pengaruh terhadap Peradaban Dunia
Mengakhiri kesinambungan institusi kekhalifahan universal dan mendorong lahirnya gerakan kebangkitan Islam modern di berbagai belahan dunia.
"Runtuhnya sebuah struktur politik formal memicu tanggung jawab kolektif setiap muslim untuk merawat nilai-nilai Islam di tingkat masyarakat sipil dan keumatan global."