Masuknya Islam ke Nusantara: Berdirinya Kesultanan Samudera Pasai Pintu Gerbang Dakwah
Berdirinya kerajaan Islam pertama di kepulauan Nusantara di pesisir utara Sumatra oleh Sultan Malik As-Saleh, menjadi mercusuar penerjemahan kitab Islam ke dalam aksara Jawi dan pelabuhan internasional yang dikagumi penjelajah Ibnu Battuta.
Latar Belakang & Konteks Sejarah
Jalur pelayaran Selat Malaka merupakan urat nadi perdagangan maritim rempah-rempah dunia yang menghubungkan Tiongkok, India, Timur Tengah, dan kepulauan rempah Nusantara.
Kronologi & Jalannya Peristiwa
Meurah Silu memeluk Islam dan berganti gelar menjadi Sultan Malik As-Saleh pada 1267 M. Pasai menerapkan syariat bermazhab Syafi'i, mencetak mata uang emas (dirham), dan mengembangkan bahasa Melayu beraksara Arab Pegon/Jawi sebagai lingua franca dakwah. Ketika pengelana Maroko legendaris Ibnu Battuta berkunjung pada 1345 M, ia mencatat dalam catatannya: 'Sultan Pasai adalah seorang raja yang sangat bersahaja, berjalan kaki ke masjid, taat bermazhab Syafi'i, mencintai ulama dan diskusi ilmu agama.'
Pengaruh terhadap Peradaban Dunia
Menjadi titik tolak pengislaman damai kepulauan Melayu-Nusantara hingga berkembang menjadi negara berpenduduk muslim terbesar di dunia saat ini.
"Dakwah melalui keteladanan akhlak perniagaan yang jujur dan kearifan budaya lokal jauh lebih merasuk ke dalam jiwa bangsa daripada penaklukan senjata."