Pendirian Daulah Abbasiyah & Kota Bundar Baghdad: Metropolitan Kebudayaan Dunia
Perpindahan kekhalifahan ke trah paman Nabi, Abbas bin Abdul Muthalib, dan pembangunan kota bundar geometris sempurna Baghdad di tepi Sungai Tigris oleh Khalifah Al-Manshur yang berkembang menjadi kota berpenduduk 1 juta jiwa.
Latar Belakang & Konteks Sejarah
Setelah revolusi Abbasiyah meruntuhkan kekuasaan Umayyah pada 750 M, dinasti baru membutuhkan pusat kekuasaan yang berada di persimpangan jalur perdagangan dunia antara Asia Tengah, Mediterania, dan Samudra Hindia.
Kronologi & Jalannya Peristiwa
Khalifah Abu Ja'far Al-Manshur memilih lokasi subur di tepi Sungai Tigris. Dengan bantuan tim astronom dan insinyur (termasuk Naubakht dari Persia), dirancanglah kota berbenteng ganda berbentuk lingkaran sempurna berdiameter 2 kilometer dengan 4 gerbang megah (Kufah, Basrah, Khurasan, Damaskus). Di titik pusatnya berdiri Istana Kubah Emas (Bab adz-Dzahab) dan Masjid Jami'. Hanya dalam beberapa dekade, populasi Baghdad melonjak melampaui 1 juta jiwa dilengkapi rumah sakit, universitas, dan perpustakaan.
Pengaruh terhadap Peradaban Dunia
Baghdad menjadi ibu kota Zaman Keemasan Islam (Islamic Golden Age) selama 5 abad, tempat bertemunya ilmuwan dari berbagai bangsa, agama, dan bahasa.
"Perencanaan tata ruang kota yang matang dan didukung keterbukaan terhadap sains menciptakan pusat kemajuan peradaban yang berumur panjang."