Nabi Musa AS & Terbelahnya Laut Merah: Kemenangan Hak Melawan Tirani Fir'aun
Pertolongan Allah kepada Bani Israil saat terdesak di tepi laut; tongkat Nabi Musa membelah samudra menjadi jalur keselamatan dan menenggelamkan Fir'aun beserta pasukannya.
Latar Belakang & Konteks Sejarah
Fir'aun memperbudak Bani Israil dan membantai bayi-bayi lelaki. Nabi Musa dan Harun diutus mendakwahi sang tiran agar melepaskan perbudakan dan beriman kepada Tuhan semesta alam.
Kronologi & Jalannya Peristiwa
Ketika Musa memimpin kaumnya keluar dari Mesir pada malam hari, Fir'aun mengejar dengan balatentara perkasa. Di hadapan laut membentang dan di belakang musuh mengepung, Musa berseru yakin: 'Sekali-kali tidak! Sungguh Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk!' Allah memerintahkan memukulkan tongkat, laut terbelah menjadi dinding air laksana gunung, dan jalan kering membentang.
Pengaruh terhadap Peradaban Dunia
Hari diselamatkannya Nabi Musa diabadikan sebagai hari Asyura (10 Muharram) yang disunnahkan berpuasa dalam Islam sebagai wujud syukur atas runtuhnya kezaliman.
"Tiada tirani yang mampu melawan kehendak Allah; kezaliman sekuat apa pun pada akhirnya akan tenggelam dalam kesombongannya sendiri."