Standarisasi Mushaf Al-Qur'an Utsmani: Penyelamatan Bacaan Umat dengan Rasm Utsmani
Penyalinan mushaf Al-Qur'an induk ke dalam dialek Quraisy oleh tim Zaid bin Tsabit dan pengiriman salinan resminya ke kota-kota metropolitan dunia (Kufah, Basrah, Damaskus, Makkah) guna mencegah perselisihan bacaan.
Latar Belakang & Konteks Sejarah
Saat ekspedisi penaklukan Armenia dan Azerbaijan, sahabat Hudzaifah bin Al-Yaman menyaksikan tentara Syam dan tentara Irak berselisih tajam mengenai perbedaan dialek bacaan ayat Al-Qur'an hingga saling mengafirkan.
Kronologi & Jalannya Peristiwa
Hudzaifah segera memacu kudanya ke Madinah memohon Utsman: 'Selamatkanlah umat ini sebelum mereka berselisih tentang Kitab Suci seperti orang Yahudi dan Nasrani!' Utsman meminjam lembaran naskah asli dari Hafshah binti Umar dan menugaskan tim 4 pakar: Zaid bin Tsabit (Anshar), Abdullah bin Az-Zubair, Sa'id bin Al-Ash, dan Abdurrahman bin Al-Harits (Quraisy). Mereka menyalin beberapa mushaf induk berstandar dialek Quraisy, lalu mengirimkannya ke Kufah, Basrah, Damaskus, dan Makkah, serta membakar salinan pribadi yang tidak lengkap.
Pengaruh terhadap Peradaban Dunia
Menjamin 100% keseragaman Al-Qur'an di seluruh penjuru bumi hingga detik ini tanpa ada satu huruf pun yang berbeda.
"Standardisasi tekstual dan pengawasan kualitas dokumentasi adalah benteng pertahanan paling kokoh bagi kelestarian ajaran murni."