Pertempuran Nahavand (Fathul Futuh): Kemenangan Tertinggi & Runtuhnya Dinasti Sasaniyah
Pertempuran dahsyat di dataran tinggi pegunungan Iran yang disebut para sejarawan 'Kemenangan dari Segala Kemenangan', memusnahkan 150.000 pasukan terakhir imperium Persia.
Latar Belakang & Konteks Sejarah
Kaisar Yazdegerd III menghimpun pasukan koalisi terakhir berkekuatan 150.000 prajurit dari seluruh penjuru Khorasan dan Azerbaijan di benteng tinggi Nahavand.
Kronologi & Jalannya Peristiwa
Khalifah Umar menunjuk An-Nu'man bin Muqarrin sebagai panglima. Karena musuh berlindung di balik parit dan benteng bertabur ranjau besi, Al-Qa'qa' melancarkan serangan pura-pura mundur untuk memancing tentara Persia keluar ke lembah sempit. Ketika komandan An-Nu'man gugur terkena panah, saudaranya menyembunyikan jasadnya di balik jubah dan panji segera diambil alih Hudzaifah bin Al-Yaman. Pasukan muslim mendesak musuh hingga Jenderal Firuzan tewas.
Pengaruh terhadap Peradaban Dunia
Dinasti Sasaniyah lenyap untuk selamanya; bangsa Persia kelak menjadi kontributor terbesar sains, filsafat, sastra, dan hadis dalam peradaban Islam.
"Kesiapan berkorban hingga titik darah penghabisan demi cita-cita luhur melahirkan kemenangan abadi."