Pembebasan Baitul Maqdis: Masuknya Khalifah Umar & Piagam Kerukunan Al-Uhdah Al-Umariyyah
Penyerahan kunci kota suci Yerusalem secara damai oleh Patriark Sophronius langsung kepada Khalifah Umar yang datang hanya berpakaian bertambal, diabadikan dalam Piagam Uhdah Umariyyah yang menjamin kebebasan ibadah umat Kristen.
Latar Belakang & Konteks Sejarah
Setelah kemenangan di Yarmuk, pasukan muslim mengepung Yerusalem. Pemimpin Gereja Ortodoks, Patriark Sophronius, menolak menyerahkan kunci kota kecuali kepada pemimpin tertinggi umat Islam yang ciri-cirinya tercantum dalam naskah kuno mereka.
Kronologi & Jalannya Peristiwa
Umar menempuh perjalanan jauh dari Madinah ke Yerusalem hanya bersama seorang pelayan, bergantian menunggangi satu unta. Ketika tiba di gerbang Yerusalem, giliran sang pelayanlah yang duduk di atas unta sementara sang Khalifah menuntun tali kendalinya dengan jubah sederhana bertambal 14 jahitan. Sophronius takjub dan langsung menyerahkan kunci kota. Ketika waktu shalat tiba saat berada di Gereja Makam Kudus (Church of the Holy Sepulchre), Umar menolak shalat di dalamnya agar kaum muslimin di masa depan tidak mengambil alih gereja tersebut menjadi masjid. Umar menandatangani naskah Al-Uhdah Al-Umariyyah yang menjamin keamanan jiwa, salib, dan rumah ibadah kaum Nasrani.
Pengaruh terhadap Peradaban Dunia
Menjadi standar emas kebebasan beragama dan toleransi antarumat beriman dalam sejarah peradaban dunia, serta mengembalikan kaum Yahudi beribadah ke kota suci setelah diusir berabad-abad oleh Romawi.
"Kekuasaan sejati terletak pada kerendahan hati dan perlindungan terhadap kaum yang berbeda keyakinan."