Wafatnya Nabi Muhammad ﷺ: Berpulangnya Rahmat Semesta Alam ke Ar-Rafiq Al-A'la
Hari paling kelam dan penuh tangis di Madinah ketika sang penutup para nabi mengembuskan napas terakhir di pangkuan Siti Aisyah dengan untaian kata terakhir: 'Bal ar-Rafiq al-A'la' (Bahkan menuju Sahabat Tertinggi, Allah).
Latar Belakang & Konteks Sejarah
Setelah menderita sakit demam tinggi selama beberapa hari, Nabi meminta izin para istrinya untuk dirawat di kediaman Aisyah binti Abi Bakar dan menunjuk Abu Bakar sebagai imam shalat pengganti beliau.
Kronologi & Jalannya Peristiwa
Pada Senin pagi 12 Rabiul Awwal 11 H, Nabi menyingkap tirai kamarnya melihat para sahabat sedang shalat subuh dipimpin Abu Bakar, dan beliau tersenyum bahagia. Menjelang siang, dengan kepala bersandar di dada Aisyah setelah bersiwak, Nabi menunjuk jari ke langit berbisik: 'Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku, pertemukanlah aku dengan Sahabat Yang Maha Tinggi (Ar-Rafiq Al-A'la).' Umar bin Khattab sempat syok dan menghunus pedang menolak kabar tersebut, hingga Abu Bakar tampil berkhutbah: 'Barangsiapa menyembah Muhammad, sesungguhnya Muhammad telah wafat. Dan barangsiapa menyembah Allah, sesungguhnya Allah Maha Hidup dan tidak pernah mati!'
Pengaruh terhadap Peradaban Dunia
Mengakhiri mata rantai wahyu ilahi, namun meninggalkan warisan abadi: Kitabullah dan As-Sunnah yang memandu peradaban Islam melintasi zaman.
"Semua makhluk fana akan berpulang kepada Sang Pencipta; yang abadi dan layak disembah hanyalah Allah Yang Maha Hidup."